Skip to content
Beranda Β» Artikel Β» Tanda-Tanda Sistem Gas Medis Perlu Dilakukan Perawatan

Tanda-Tanda Sistem Gas Medis Perlu Dilakukan Perawatan

Mengapa Perawatan Sistem Gas Medis Sangat Penting?

Sistem gas medis merupakan salah satu infrastruktur

vital di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan. Sistem ini mendistribusikan gas medis seperti oksigen, medical air, nitrous oxide, nitrogen, karbon dioksida, hingga vakum medis ke berbagai ruang pelayanan, termasuk I

CU, IGD, ruang operasi, dan ruang rawat inap.

Agar sistem tetap berfungsi dengan aman dan andal, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2016 tentang Penggunaan Gas Medik dan Vakum Medik pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan mengatur bahwa instalasi gas medik harus dilakukan pemeriksaan dan pengujian secara berkala. Perawatan yang rutin tidak hanya menjaga performa sistem, tetapi juga mengurangi risiko gangguan pelayanan dan meningkatkan keselamatan pasien.

Tanda-Tanda Sistem Gas Medis Memerlukan Perawatan

1. Tekanan Gas Tidak Stabil

Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah perubahan tekanan gas yang tidak normal. Tekanan yang terlalu rendah dapat mengganggu kinerja ventilator, mesin anestesi, maupun alat terapi oksigen. Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi juga berpotensi merusak peralatan medis.

Jika indikator tekanan sering berubah tanpa penyebab yang jelas, sistem perlu segera diperiksa.

2. Alarm Sistem Sering Aktif

Medical Gas Alarm System dirancang untuk memberikan peringatan apabila terjadi gangguan pada sistem distribusi gas medis.

Apabila alarm sering berbunyi, baik karena tekanan rendah, tekanan tinggi, maupun gangguan suplai, jangan hanya mematikan alarm. Kondisi tersebut merupakan indikasi adanya masalah yang harus segera ditelusuri dan diperbaiki.

3. Terjadi Kebocoran Gas

Kebocoran gas merupakan kondisi yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan pemborosan gas medis, penurunan tekanan distribusi, hingga meningkatkan risiko keselamatan.

Beberapa tanda kebocoran meliputi:

  • Suara desisan pada sambungan pipa.
  • Penurunan tekanan secara tiba-tiba.
  • Konsumsi gas yang meningkat tanpa adanya peningkatan penggunaan.
  • Hasil uji kebocoran yang menunjukkan adanya penurunan tekanan.

4. Outlet Gas Medis Tidak Berfungsi Optimal

Medical Gas Outlet yang mulai longgar, sulit digunakan, atau tidak mampu mengalirkan gas secara normal merupakan tanda bahwa komponen tersebut memerlukan pemeriksaan atau penggantian.

Kerusakan outlet dapat menghambat pelayanan medis, terutama pada kondisi darurat.

5. Manifold atau Central Gas Supply Mengalami Gangguan

Gangguan pada manifold dapat ditandai dengan:

  • Perpindahan tabung otomatis yang tidak bekerja.
  • Regulator tekanan tidak stabil.
  • Katup sulit dioperasikan.
  • Indikator tekanan menunjukkan hasil yang tidak normal.

Apabila dibiarkan, gangguan ini dapat menyebabkan terhentinya pasokan gas ke seluruh jaringan rumah sakit.

6. Pipa Mengalami Korosi atau Kerusakan Fisik

Meskipun sebagian besar jaringan pipa berada di balik plafon atau dinding, bagian yang terlihat tetap harus diperiksa secara berkala.

Korosi, benturan, sambungan yang longgar, maupun perubahan bentuk pipa dapat memengaruhi keamanan sistem distribusi gas medis.

7. Hasil Pengujian Berkala Tidak Memenuhi Standar

Pengujian berkala bertujuan memastikan bahwa seluruh sistem masih memenuhi standar operasional.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya:

  • Kebocoran.
  • Penurunan tekanan.
  • Alarm yang tidak berfungsi.
  • Komponen yang mengalami kerusakan.

Maka tindakan perbaikan harus segera dilakukan sebelum sistem digunakan kembali secara penuh.

Baca Juga | 5 Kesalahan yang Sering Terjadi pada Instalasi Gas Medis

Pentingnya Perawatan Preventif

Melakukan perawatan sebelum terjadi kerusakan jauh lebih efektif dibandingkan menunggu sistem mengalami gangguan.

Program pemeliharaan preventif umumnya meliputi:

  • Pemeriksaan tekanan gas.
  • Uji kebocoran jaringan pipa.
  • Pemeriksaan regulator dan manifold.
  • Pengujian alarm gas medis.
  • Pemeriksaan medical gas outlet.
  • Kalibrasi instrumen jika diperlukan.
  • Dokumentasi seluruh hasil inspeksi.

Perawatan yang dilakukan secara terjadwal dapat memperpanjang usia peralatan, menjaga keandalan sistem, dan mengurangi risiko gangguan operasional.

Kewajiban Pemeriksaan Berkala

Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2016, instalasi gas medik dan vakum medik wajib dilakukan pengujian dan pemeriksaan secara berkala paling sedikit satu kali dalam tiga tahun oleh institusi yang berwenang. Selain memenuhi ketentuan regulasi, pemeriksaan berkala juga menjadi bagian penting dalam memastikan sistem tetap laik operasi dan aman digunakan oleh tenaga kesehatan.

Sistem gas medis harus selalu berada dalam kondisi optimal karena berperan langsung dalam pelayanan pasien. Tekanan yang tidak stabil, alarm yang sering aktif, kebocoran gas, kerusakan outlet, gangguan pada manifold, maupun hasil inspeksi yang tidak memenuhi standar merupakan tanda bahwa sistem memerlukan perawatan segera.

Dengan menerapkan pemeliharaan preventif dan pemeriksaan berkala sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan dapat menjaga keandalan sistem distribusi gas medis, meminimalkan risiko gangguan operasional, serta meningkatkan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.

πŸ“© Hubungi atau DM kami untuk konsultasi kebutuhan Instalasi Gas Medis Anda

Contact us:

☎️ 031- 5828 -167

πŸ“± 0823 – 3162 – 6512

🌏 https://sahabatinti.co.id

πŸ“ΈΒ https://www.instagram.com/sikab.co.id

MEDIGASPRO

A Brand of PT. SIKAB – Professional Medical Support System.